Teroris wanita Melakukan Penyerangan Ke Mabes Polri

dailyxpressnews.com – Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang tidak dikenal tersebut langsung dilumpuhkan pihak kepolisian yang berjaga. Penyerangannya terjadi sekitar pukul 16.50. Tidak berlangsung lama, seperti yang ditampilkan dalam videonya terlihat kalau penyerangan ke Mabes Polri tersebut langsung dilumpuhkan oleh petugas keamanan Mabes Polri. Videonya terdengar adanya suara baku tembak. Sejumlah awak media yang meliput pun untuk mendekat lantaran terlalu berbahaya.

Saat ini petugas kepolisian nampak melakukan penjagaan secara ketat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Hingga sejauh ini belum diketahui apakah penyerangan tersebut dilakukan oleh teroris atau berkaitan dengan kasus peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Kemudian perempuan yang menyerang Mabes Polri tersebut diketahui memiliki nama Zakiah Aini itu tewas lantaran tembakan pihak polisi menyasar di bagian fatal.

Penyerangan ke Mabes Polri

Berdasarkan otopsi, Zakiah tewas dikarenakan tembakan di bagian jantung yang mematikan. “Hasilnya nanti kami sampaikan ke penyidik tapi meninggal karena tembakan ya. Yang mematikan di jantung,” ujar Wakarumkit RS Polri Kombes Umar Shahab di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom. Jenazahnya juga sudah diserahkan ke pihak keluarga dari RS Polri untuk dimakamkan di Pondok Ranggon.

Diketahui Zakiah Aini yang berusia 25 tahun itu sempat melepaskan enam kali tembakan dalam tiga kali kesempatan. Kronologisnya yang awalnya hanya menanyakan kantor pos, setelah diberikan pelayanan kemudian dirinya pergi ke pos jaga dan melepaskan tembakan. Dua kali tembakan yang dilepaskan ke petugas di dalam pos jaga, sementara dua tembakannya lagi dilepaskan untuk petugas yang berada diluar pos jaga.

Pengamatan kepolisian, Hermawan Sulistyo menganalisa penyerangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada hari Rabu (31/3/2021). Hal ini disebutkan ada motif selain balas dendam lantaran Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris. “Karena polisi adalah thogut (musuh), itu instrumen paling efektif untuk masuk Surga,” kata Hermawan dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 31 Maret 2021.

Hermawan mengatakan pelaku teror biasanya tidak peduli apakah polisi menjadi korban dalam aksinya atau tidak, kemudian dirinya beranggapan bakal masuk surga. Kemungkinan dirinya akan mengamuk kalau tidak ditembak mati karena telah menghalangi dirinya masuk surga. Pola seperti ini yang menjadi tantangan besar bagi kepolisian, mereka membentuk teror pun supaya bisa masuk surga dengan cepat. Bahkan Komnas Perempuan pun mengutuk kejadian ini, karena aksi penyerangannya yang membahayakn dirinya dan semua orang.

Komnas perempuan mengutuk keras aksi terorisme yang dilakukan kaum perempuan, terutama kalangan muda. Komnas Perempuan juga mengutuk jika ada aksi teror yang melibatkan anak. “Tentu saja Komnas Perempuan dan lembaga lain mengutuk keras terhadap terorisme terhadap kemanusiaan yang saat ini menyasar Mabes Polri setelah menyasar saudara kita di Makassar. Sesungguhnya kita mengutuk lagi ketika aksi terorisme itu memanfaatkan kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Imam Nakha’i, kepada wartawan, Rabu (31/3/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom.

Berdasarkan penelitian, Perempuan lebih mudah untuk dimanfaatkan dalam jaringan terorisme. Sebab, aspek pengetahuan dan ekonomi dikontrol oleh laki-laki. Terlebih lagi menurut imam, perempuan jarang dicurigai terlibat dalam aksi terorisme. Maka menurut Imam, perempuan yang tewas di Mabes Polri itu mudah dalam masuk gedung. Para lelaki yang berada dalam anggota terorisme sangat diuntungkan karena perempuan tidak mudah untuk dicurigai.

Kutukan Keras Komnas Perempuan Untuk Aksi Penyerangan ke Mabes Polri

Seorang perempuan bersenjata api tersebut melakukan penyerangan ke Mabes Polri, yang harus dipertanyakan bagaimana perempuan tersebut bisa menerobos masuk ke Mabes Polri dengan mudah. “Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana proses dia bisa menerobos masuk. Kalau dia perempuan, perlu dilakukan penggeledahan setiap masuk. Pertanyaannya, apakah ada anggota Polwan yang bertugas di situ?” ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto seperti dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Rabu (31/3/2021).

Perempuan yang masih diselidiki dari jaringan kelompok mana dan melakukan aksinya melalui jalan mana ini diketahui terlebih dahulu oleh pihak polisi yaitu identitasnya. Identitas perempuan tersebut diketahui kelahiran pada 14 September 1995 dengan pendidikan terakhirnya adalah SMA/Sederajat. Kini, statusnya sebagai pelajar/Mahasiswa.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Resiko Ikut Campur Urusan Orang Lain, Ingat Aibmu!

Dailyxpressnews.com - Ibarat kata kalau kamu malah ikut campur urusan orang lain, seperti gajah di pelupuk mata tidak terlihat tapi semut di ujung sebrang...

Artis Cantik Hollywood Paling Tidak Suka Pakai Bra Saat Beraktivitas

Dailyxpressnews.com - Kemarin tanggal 13 oktober merupakan hari peringatan sehari tidak gunakan bra, dimana hal ini mengingatkan akan dampak negatif dan juga positif ketika...

Rekomendasi Fashion Pria Untuk Date, Pasti Bikin Doi Meleleh!

Dailyxpressnews.com - Ingin kencan bareng doi? Berikut ini rekomendasi fashion pria untuk date agar penampilanmu semakin terlihat kece. Dalam kencan pertama pastinya kamu ingin...