Tahanan Kasus Narkoba Kabur Usai Dirawat Dirumah Sakit

dailyxpressnews.com – Tahanan kasus narkoba kabur yang bernama Joko Zulkarnain, saat mengaku sedang alami sakit paru-paru. Dirinya masih menjadi tahanan kejaksaan Negeri Palembang dan sedang di proses persidangannya. joko adalah salah satu dari enam tersangka yang ditangkap oleh BNN di sebuah ruko terkait dirinya tersandung kasus narkoba di Palembang, Sumatera Selatan September 2020 kemarin. Dirinya ditangkap bersamaan dengan oknum anggota DPR berinisial D. 

Sudah sebulan lamanya, Joko kabur dan tidak diketahui keberadaannya. “Memang benar, terdakwa atas nama Joko Zulkarnain kabur sejak 16 Januari lalu dan hingga kini masih kita buru keberadaannya,” kata Kasi Pidana Umum Kejari Palembang, Agung, kepada wartawan, Kamis (18/2/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com

Hasil rekam medis pemeriksaan dari Joko yaitu mengalami pembengkakan pada paru-paru. Agung merupakan pihak kepolisian yang menjelaskan bahwa petugas kepolisian sedang bertugas untuk menjaga tahanan yang sedang dilakukan perawatan di rumah sakit. Joko terlihat sedang tertidur pulas dan ditinggal untuk mencari makan tidak sampai 20 menit. Saat petugas kembali ternyata pasien berstatus tahanan tersebut sudah kabur. 

Kaburnya terdakwa berpengaruh besar terhadap proses persidangan yang akan di Thunder seperti yang dijelaskan oleh Pejabat Humas PN Palembang, Abu Hanafiah. “Kalau untuk kasus perkara atas nama Joko Zulkarnain kita tunda sementara sampai terdakwa ketemu atau istilahnya di pengadilan itu ‘turnder’,” kata Pejabat Humas PN Palembang, Abu Hanifah, kepada wartawan, Kamis (18/2/2021). 

Tahanan Kasus Narkoba Kabur Membawa Uang Dari ART Sebesar 10 Juta Rupiah

Tahanan Kasus Narkoba Kabur

Ternyata sebelum dirinya melakukan aksi tipu dan berhasil kabur dari rumah sakit, Joko Zulkarnain Terima uang sebesar 10 juta rupiah dari asisten rumah tangganya yaitu TS. “Pembantu terdakwa, Tri, satu hari sebelum terdakwa Joko kabur, membesuk terdakwa dan memberikan uang Rp 10 juta dengan alasan untuk membayar biaya rumah sakit,” kata Kasi Pidum Kejari Palembang Agung kepada wartawan, Jumat (19/2/2021). 

Pihak kepolisian langsung memeriksa ART Joko tersebut telah mengakui pemberian uang tersebut sebagai biaya rumah sakit disaat Joko sedang berada dirumah sakit. Pembantu yang berinisial TS ditetapkan sebagai tersangka hal itu dikarenakan dirinya telah memberikan uang sebesar 10 juta rupiah kepada terdakwa kasus sabu 4 kg di Palembang. Untuk info yang dicari tahu dari TS kepergian Joko tidak diketahui. “Hingga saat ini pembantu terdakwa, Tri, ditahan di Polda Sumsel untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam,” terangnya.

Selain itu pihak kepolisian langsung melakukan penggeledahan di rumah Joko dan menemukan uang sebesar 180 juta rupiah. Kronologis aksi tahanan kasus narkoba kabur yaitu saat pihak kepolisian melihat dari layar CCTV di rumah sakit. Dari rekaman rumah sakit, tahanan itu berjalan seorang diri dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Dir Narkoba Polda Sumsel Kombes Heri Istu memberikan konfirmasi terpisah dengan mengatakan akan bersinergi mencari tahanan kasus sabu 4 kg. “Kami akan bersinergi untuk menangkap tersangka dan semoga cepat tertangkap,” kata Heri

BNN ungkap peran 6 orang yang ditangkap bersamaan dengan Joko Zulkarnain. satu diantaranya merupakan wakil rakyat Palembang. Sudah sepekan jejak jaringan sudah tercium berada di Sumatera selatan. 5 orang diamankan di jalan riau, Ilir Barat Palembang Yakni Yeti, Tri, Wawan Alamsah, Joko dan Doni. Yeti merupakan pelaku yang mengambil barang bukti di loket. Tim gabungan BNN pusat serta BNN Sumsel mulai melakukan penyelidikan dan memantau enam orang tersebut yang tergabung di satu jaringan.

Barang yang diambil YT dan diterima alamsah dan wawan  ditotal 5 kg di tempat terpisah. “WW dan AL itu menerima barang dari YT dan ini jaringan D. Kalau JK ini menyimpan 1 Kg sabu. Sementara itu 4 Kg sabu yang diamankan ada di lemari kerja D, di tempat usaha pribadi dia,” tegas Jhon. Enam orang tersebut akan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 dengan ancaman pidana selama 20 tahun. Lantaran satu diantaranya merupakan pejabat tinggi dan memiliki profesi wakil rakyat maka pidana bisa dijatuhkan seberat-beratnya.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Memiliki Segudang Manfaat! Teh Daun Kelor Wajib Dikonsumsi

dailyxpressnews.com - Daun kelor salah satu tumbuhan yang memang dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, sejak lama daun ini juga disebut sebagai daun...

Mayat Perempuan Di Waduk Sragen Terungkap Identitasnya!

dailyxpressnews.com - Sebelumnya, ditemukan mayat perempuan di Waduk Kembangan yang mengambang di pinggiran. Mayat perempuan tersebut tadinya belum diketahui identitasnya. "Benar, tadi ditemukan warga...

Minuman Racikan Dari kopi Paling Unik Dan Populer

dailyxpressnews.com - Budaya minum kopi ternyata sudah ada sejak lama di negeri Indonesia. Sampai akhirnya kini banyak minuman racikan dari kopi yang unik. Bahkan...