Satpol PP Gerebek Open BO Di Kosan Ciledug, Ini faktanya

dailyxpressnews.com – Tempat kos di Jalan Haji Mencong, Sudimara Timur, Ciledug, Kota Tangerang telah dilakukan penggerebekan oleh Satpol PP. Penggerebekan yang dilakukan setelah adanya laporan warga sekitar soal Open BO di Kosan tersebut. Malam itu laporannya ditindak lanjuti oleh Camat Ciledug beserta Satpol PP Kota Tangerang pada Senin(22/3/2021). 

Petugas menggeledah setiap kamar yang ada di rumah indekos Ciledug, petugas telah mengamankan 15 orang laki-laki dan perempuan dari tempat kosan tersebut.”Jadi hasil laporan penggerebekan dari Pak Camat Ciledug. Dia dapat informasi, terus dia lakukan penggerebekan, terus dia hubungi kami dari jajaran satpol PP, kita jemput yang terduga PSK,” kata Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Ghufron saat dihubungi detikcom, Rabu (24/3/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom.

15 orang itu, terdiri dari 10 perempuan dan 5 laki-laki dengan usia terendah 18 tahun. Selanjutnya, mereka ditangkap dan dibawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Para petugas yang menggeledah juga  menyita sejumlah barang temuan yang mengarah ke praktik prostitusi. Satpol PP melayangkan surat panggilan kepada pemilik indekos untuk dimintai keterangan “Sudah dilayangkan panggilan,” kata Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron, kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

4 Fakta Kasus Open BO Di Kosan Ciledug Yang Digerebek Satpol PP

Open BO Di Kosan

Camat Ciledug awalnya mendapatkan informasi dari warga adanya praktik prostitusi di kontrakan dan mengambil tindakan yang istilahnya penggerebekan oleh camat. Dari hasil pemeriksaan terhadap 15 orang tersebut, ada 7 yang mengaku bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Sementara 8 orang lainnya saat itu turut dinamakan kembali untuk menandatangani surat pernyataan. Para pelaku yang mengaku sebagai PKS langsung dibawa ke Panti Dinsos Kota Tangerang. Berikut ini merupakan fakta lokasi praktik prostitusi di Indekos Ciledug.

  • 7 PSK Mengaku Open BO
    10 Perempuan yang diamalkan dari lokasi penggerebekan, 7 diantaranya merupakan pekerja seks komersial atau PSK. Kemudian para PSK tersebut mengakui juga telah transaksi praktik prostitusi di tempat kos-kosannya. “Dari perempuan itu hasil investigasi 7 orang yang mengakui bahwa mereka open BO di kosan yang berada di kawasan Ciledug Kota Tangerang,” kata Ghufron. Para PSK mencari para pelanggannya dari aplikasi chatting seperti Michat ada juga pelanggan dari jejaring pertemanan. Mereka sudah menjalani pekerjaan ini cukup lama sampai adanya laporan dari warga ke Camat Ciledug.
  • Ditemukan Kondom Bekas Dan Baru
    Ketika dilakukan penggerebekan, petugas Satpol PP juga melakukan penggeledahan di dalam kamar tujuh PSK tersebut. Ditemukannya bukti chat dari HP ketujuh PSK. Terima barang bukti dengan menunjukkan chat pelanggan yang melalui aplikasi Michat dan adanya perjanjian transaksi yang dilihat satu-satu. Meski begitu, petugas juga menemukan adanya kondom bekas dan kondom baru didalam 4 kamar Kosan. “Sama kemarin anggota, saya sama Kabid Bidkum langsung cek lokasi malam itu ditemukan kondom bekas dan yang masih baru,” ucap Ghufron.
  • Pemilik Kosan Dipanggil
    Pelanggaran yang ditemukan petugas segera memberikan surat panggilan untuk pemilik. Pihak dari petugas Satpol PP Kota Tangerang sudah melayangkan surat panggilan untuk pemilik kos untuk dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan. Jadwal pemanggilan pemilik kosan yaitu hari Jumat (26/3/2021) besok. Terkait adanya praktik prostitusi di kosan, maka pihak Satpol pp langsung menyegel indekos di Ciledug itu terutama di 4 kamar yang yang ditemukan kondom. 
  • Dikenakan Perda No 8/2015
    Petugas yang mendapati barang bukti perjanjian transaksi melalui aplikasi chatting online dan alat konbtrasepsi langsung melakukan pendataan. 7 pelaku Open BO di Kosan Ciledug tersebut dikenakan Perda No 8/2015 tentang larangan pelacuran. Berikut ini merupakan isi dari Peraturan daerah yang dikenakan para pelaku. 
  1. Setiap orang di Daerah baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dilarang mendirikan dan/atau mengusahakan atau menyediakan tempat dan/atau orang untuk melakukan pelacuran.
  2. Siapapun di Daerah dilarang baik secara sendiri maupun bersama-sama untuk melakukan perbuatan pelacuran.
  3. Larangan sebagaimana di maksud pada ayat (1) dan (2) pasal ini, berlaku juga bagi tempat-tempat hiburan, hotel, penginapan atau tempat-tempat lain di Daerah.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Memiliki Segudang Manfaat! Teh Daun Kelor Wajib Dikonsumsi

dailyxpressnews.com - Daun kelor salah satu tumbuhan yang memang dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, sejak lama daun ini juga disebut sebagai daun...

Mayat Perempuan Di Waduk Sragen Terungkap Identitasnya!

dailyxpressnews.com - Sebelumnya, ditemukan mayat perempuan di Waduk Kembangan yang mengambang di pinggiran. Mayat perempuan tersebut tadinya belum diketahui identitasnya. "Benar, tadi ditemukan warga...

Minuman Racikan Dari kopi Paling Unik Dan Populer

dailyxpressnews.com - Budaya minum kopi ternyata sudah ada sejak lama di negeri Indonesia. Sampai akhirnya kini banyak minuman racikan dari kopi yang unik. Bahkan...