Remaja Copot Paksa Masker Jamaah, Ini Tanggapan DMI

dailyxpressnews.com – Beredar video yang menampilkan sikap kasar remaja Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi yang bentak jemaah hingga copot paksa masker Jamaah. Sikap kasar remaja masjid itu telah terungkap usai kasus jamaah Masjid Al Amanah dilarang bermasker kemudian disorot berbagai pihak.

Video yang menunjukkan sikap kasar itu beredar ginga viral di akun Twitter @kurawa. “Mau lu apa? Buka masker apa susahnya!” kata pemuda yang disebut bernama Nawir itu sembari menunjuk-nunjuk Roni. “Lu percaya nggak ama Al-Qur’an, gua tanya, lu percaya nggak sama ayat Qur’an?” cecar Nawir. seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com. 

Viral Video seorang Jamaah dibentak karena bermasker. Kapolsek Medan Satria, kompol Agus Rohmat mengatakan peristiwa itu terjadi pada 27 April 2021 dan menurutnya kejadian itu sudah dilakukan mediasi dengan pengurus DKM. Saya sudah mendengar permasalahan yang terjadi di Masjid Al Amanah terkait penggunaan masker pada saat shalat,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

Kronologisnya bermula sekitar pukul 14.00 WIB, ketika korban bersama keluarganya hendak solat zuhur. Namun, pengurus masjid melarang untuk gunakan masker saat berada didalam masjid. Padahal pihak kepolisian pun Sudah menghimbau tidak ada larangan bagi jamaah yang menggunakan masker ketika beribadah. Roni Oktavian sempat menjawab Nawir, sejurus kemudian,Nawir bereaksi dengan menarik dan melemparkan masker Roni. 

Tanggapan DMI Ingin Tindak Tegas Kasus Copot Paksa Masker JamaahCopot Paksa Masker Jamaa

Roni yang awalnya duduk kemudian bangkit namun ditenangkan oleh wanita di dalam video tersebut. Banjir kecaman yang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI pun menilai bahwa reama yang kasar itu perlu ditindak. “Menurut saya, di tengah situasi yang sangat sulit ini kasus melonjak harus ada tindakan tegas dong, biar jadi pembelajaran,” kata Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid DMI, Muhammad Arief Rosyid Hasan, saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Arief mengatakan aturan terkait Protokol kesehatan harus ditegakkan tanpa adanya pandang bulu, Apalagi pemuda masjid di Bekasi itu bersikap kasar terhadap jemaah yang mengenakan masker. Arief juga menjelaskan sejak awal remaja masjid mendukung upaya pemerintah dalam menangani Covid-19 untuk atasi hal tersebut. Bahkan Nawi sebagai pemuda masjid diragukan bahwa dirinya merupakan remaja masjid yang aktif di Masjid Bekasi

Kurangnya pemahaman tentang bahayanya Covid-19. DMI sendiri, kata imam telah intensif dalam melakukan pencerahan demngamn menyebarkan edaran luas kepada semua pengurus masjid terkait informasi bahaya Covid-19. “Kasus itu sendiri sekaligus mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap urgensi suatu informasi/penerangan tentang wabah Covid-19 dan ancamannya di tengah masyarakat, bahkan pada oknum yang seharusnya, termasuk yang paling tercerahkan karena dia berada dan termasuk penanggung jawab kelangsungan pelaksanaan ibadah di masjid/fasilitas umat dan masyarakat,” ujar Imam.

Karena adanya pemahaman yang kaku, ungkapan penyesalan pun disampaikan oleh Sekjen DMI, Imam daruquthni. Imam berbicara mengenai pemaham yang masih kaku pada pemikiran remaja tersebut. “Sebenarnya kasus ini, hanya terkait dengan pemahaman yang rigid dari oknum pengurus masjid tentang ungkapan teks atau nash ayat yang mestinya tidak harus terjadi,” kata Imam dalam keterangan tertulis.

Banjir kecaman pun bukan dari DMI saja yang ingin menindak tegas perlakuan remaja tersebut, sehingga tokoh Muhammadiyah pun geram mengetahui berita yang satu ini. Dadang selaku ketua PP Muhammadiyah  meminta untuk pengurus masjid tidak ada yang mengusir jamaah yang gunakan masker.

Dadang menekankan umat islam perlu melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah dalam keadaan darurat seperti sekarang ini. “Jadi kalau orang pakai masker masuk masjid justru bagus yang dianjurkan, di Mekah juga pakai masker, di Madinah juga pakai masker di pusat Islam. Kenapa ini kok diusir? Jadi aneh juga ya,” kata dia.

Berikut ini merupakan kesimpulan hasil dari  media yang dilakukan oleh tim kepolisian terhadap kasus copot paksa masker jamaah. Semuanya sudah sesuai dengan tindakan tegas untuk menghadapi kasus ini terutama dari pihak DMI.

  1. Sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah.
  2. Pihak DKM tidak akan melakukan pelarangan lagi dalam penggunaan masker di Masjid Al Amanah.
  3. Dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Deretan Destinasi Epik Di Wina Untuk Para Fotografer

dailyxpressnews.com - Profesi fotografer ini merupakan hobi yang banyak diminati seseorang dan dituntut untuk mendapatkan gambar bagus. Tidak ada salahnya kalau Destinasi Epik di...

Lamaran Lesti Dan Billar Digelar Secara Mewah Hingga Mobil Plat Keren

Lamaran Lesti dan Billar nampak mewah di Bandung bahkan ada hadiah mobil milyaran yang hadir jelang lamaran. Acara lamaran diselenggarakan di Bandung tepatnya di...

5 Oleh Oleh Dari Wonosobo Terunik Dan Murah Yang Bisa Dicoba

dailyxpressnews.com - Wonosobo adalah kabupaten yang memiliki julukkan kota Bunga dan Wonosobo ini menjadi kabupaten di Jawa Tengah yang sangat populer dengan banyaknya destinasi...