Perlawanan Novel Baswedan Bersama 74 Pegawai KPK

dailyxpressnews.com – Menonaktifkan Novel Baswedan dkk telah diresmikan pada Selasa 11 Mei 2021. Berdasarkan surat keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, 75 Pegawai KPK telah secara resmi dinonaktifkan. SK itu ditandatangani oleh ketua KPK Firli Bahuri yang ditetapkan di Jakarta 7 Mei 2021. Untuk salinan yang sah tertanda Plh kepala Biro SDM Yonathan Demme Tangdilintin. Ternyata akan ada perlawanan Novel Baswedan  bersama 74 pegawai senior KPK lainnya yang ikut dinonaktifkan. Ada empat poin dalam surat keputusan penonaktifan 75 pegawai yang tidak lolos TWK itu seperti poin berikut. 

  • Pertama, menetapkan nama pegawai yang terdapat di dalam lampiran surat keputusan ini tidak memenuhi syarat (TMS) dalam rangka pengalihan pegawai  Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara
  • Kedua, memberikan perintah sebagai pegawai sebagaimana yang dimaksud pada diktum kedaton agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut. 
  • Ketiga, telah menetapkan lampiran dalam keputusan ini merupakan bagian dari yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
  • Keempat, keputusan ini berlaku sejak tanggal yang ditentukan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini bakal dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Setelah resmi dinonaktifkan, Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos Asesmen TWK akan melawan. Novel bersama para pegawai yang disingkirkan itu tengah melakukan diskusi untuk membahas langkah perlawanan ke depan. “Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat itu karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil asesmen, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho,” kata Novel kepada wartawan, Selasa (11/5/2021). seperti yang dilansir dalam sumber berita detik.com.

Novel menilai cara menonaktifkan 75 pegawai KPK itu tidak wajar lantaran gagal dalam TWK. Menurutnya, hal ini merupakan upaya yang sistematis untuk menyingkirkan orang yang sudah bekerja baik untuk negara. Bahkan dirinya anggap ini adalah hal yang berbahaya dan akan melakukan perlawanan. KPK angkat bicara soal penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos bukan hanya di nonaktifkan melainkan diminta untuk menyerahkan.

Plt juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan salinan surat keputusan tentang hasil Asesmen TWK sudah diserahkan kepada atasan dari 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus. Novel dkk pun diminta menyerahkan tugas kepada atasannya. “Dalam surat tersebut, pegawai diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung, sampai dengan ada keputusan lebih lanjut,” kata Ali kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Perlawanan Novel Baswedan Dan 74 Pegawai KPK Dimulai!perlawanan Novel Baswedan

Lantaran tidak lolos Asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) akan mengajukan surat keberatan kepada pimpinan KPK. Surat keberatan itu dibuat sebagai perlawanan Novel Baswedan terkait penerbitan surat keputusan Pimpinan KPK nomor 652 tahun 2021. “Kami 75 pegawai TMS akan segera mengajukan terlebih dahulu Surat Keberatan kepada Pimpinan KPK atas penerbitan SK Pimpinan Nomor 652 Tahun 2021,” kata Fungsional Monitoring KPK, Faisal, yang juga menjadi salah satu pegawai KPK yang tidak lulus TWK, kepada detik.com, Senin (17/5/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com.

Perlawanan 75 pegawai yang dinonaktifkan karena tidak lolo proses TWK terus dilakukan dengan cara pembuatan surat keberatan diatas. Mereka merasakan hal ini bukanlah proses yang wajar karena ketidak lolosan bukan berarti bisa dialihkan bahakan surat keputusannya malah meminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab.

Faisal juga ungkapan serius dalam surat keberatan itu, pihaknya akan meminta pimpinan KPK akan membatalkan SK tersebut. Sebab, menurutnya, proses ini merupakan alih status aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh merugikan pegawai sebagai zaman putusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini seharusnya bisa sebagai proses untuk meminggirkan orang yang vokal di internal KPK. Harapan Faisal kepada pimpinan KPK yakni pemilihan hati nurani karena pegawai KPK merupakan aset penting dari KPK.

Di sisi lain, KPK angkat bicara soal penyidik senior, KPK bukan menonaktifkan melainkan diminta untuk menyeragamkan tugas kepada atasannya. “Dalam surat tersebut, pegawai diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung, sampai dengan ada keputusan lebih lanjut,” kata Ali kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Similar Articles

Comments

Most Popular

Air Terjun Di Meksiko Paling Indah, Bak Surga Tersembunyi

dailyxpressnews.com - Berikut ini ada beberapa air terjun di Meksiko paling indah yang bak surga tersembunyi dan sayang kalau kamu lewatkan. Meksiko sendiri merupakan...

Tips Hilangkan Bau Amis Ikan Dengan Bahan Alami Di Dapur

dailyxpressnews.com - Ikan memang pada dasarnya memiliki bau amis, berikut ini tips hilangkan bau amis ikan dengan bahan alami yang ada di dapur. Ikan...

Alasan Wajib Nonton Film Zombie Kingdom: Ashin Of The North

dailyxpressnews.com - Setelah Drama Korsel yang terpopuler rupanya banyak episode spesial ketika nonton film zombie Kingdom: Ashun Of The North, ini alasannya! Ternyata drama...