Kronologi OTT Gubernur Sulsel Di Tiga Tempat, Ini Faktanya

dailyxpressnews.com – KPK menjalankan OTT Gubernur Sulsel dengan lima orang lainnya terjaring di tiga tempat yang berbeda. “Tim KPK telah mengamankan enam orang pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 sekitar jam 23.00 WITa di tiga tempat berbeda di Sulawesi Selatan,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari seperti yang dilansir dalam sumber berita detikcom

Tiga tempat yang berbeda itu adalah:

  1. Di Rumah Dinas Edy Rahmat, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan Di Hertasning
  2. Di Jalan Poros Bulukumba
  3. Di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel

Berikut merupakan orang yang sudah diamankan yaitu:

  • Agung Sucipto (AS) Selaku Kontraktor
  • N inisial sopir Agung Sucipto
  • SB inisial selaku Ajudan Nurdin Abdullah (NA)
  • Edy Rahmat (ER) selaku Sekdis PUTR Sulsel
  • IF selaku Sopir dari Edy Rahmat
  • Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel

Kronologi nya yaitu tim KPK menerima dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan oleh AS kepada NA melalui perantara ER sebagai Representasi dan sekaligus orang kepercayaan dari NA. Pada pukul 20.24 WIB, AS bersama IF menuju ke salah satu rumah makan di Makassar dan setiba di rumah makan tersebut dan sudah ada ER yang sedang menunggu.

Sementara AS dan ER bersama dalam satu mobil milik AS ingin menuju ke jalan Hasanuddin Makassar. Dalam perjalanan tersebut, AS menyerahkan proposal soal beberapa proyek infrastruktur di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 kepada ER. Pada Pukul 21.00 WIB IF memindahkan Koper yang diduga berisi uang dari mobil milik AS ke bagasi mobil milik ER. Pada pukul 23.00 WITA AS langsung diamankan menuju ke Bulukumba. Pukul 00.00 Wita, ER beserta uang dalam koper sejumlah 2 milyar turut diamankan di rumah dinasnya. Pukul 02.00 Wita, Na juga ikut untuk digunakan di rumah jabatan dinas Gubernur Sulsel. Dalam kasus ini, KPK menetapkan ada tiga orang tersangka dalam kasus ini sebagai berikut. 

Sebagai penerima:

  1. Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan)
  2. Edy Rahmat (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan)

Sebagai pemberi:

  1. Agung Sucipto (kontraktor)

Fakta OTT Gubernur Sulsel Terkait Infrastruktur Jalan Yang Dilakukan KPK

 OTT Gubernur Sulsel

  1. Kekayaannya Yang Mencapai 51 Miliar

Nurdin diamankan bersama lima orang lainnya oleh KPK beserta lima orang lainnya, ternyata kekayaannya mencapai Rp. 51,3 miliar. Kekayaan dilaporkan oleh Nurdin dalam LHKPN pada 29 april 2020. Dalam laporan tersebut total hartanya mencapai Rp 51.356.362.656. Berikut ini merupakan wujud kekayaan yang dimiliki Nurdin seperti yang dilansir dari detikcom.

  • Tanah dan bangunan Rp 49.368.901.028
    – Ada 54 item tanah dan bangunan milik Nurdin yang tersebar di Makassar hingga Bantaeng
  • Alat transportasi dan mesin Rp 300.000.000
    – Berupa 1 mobil Toyota Alphard
  • Harta bergerak lainnya Rp 271.300.000
  • Kas dan setara kas Rp 267.411.628
  • Harta lainnya Rp 1.150.000.000
  • Utang Rp 1.250.000

    2. Pernah Mendapatkan Penghargaan Anti Korupsi

Ada dua tokoh yang di dapat penghargaan anti korupsi  pada tahun 2017 silam. Penghargaan ini diberikan atas penilaian yang dilakukan oleh lima orang dewan juri BHACA. Dewan juri tersebut adalah Betti Alisjahbana, Bvitri Susanti, Endy M Bayuni dan Paulus Agung Pambudhi dan Zainal A Mochtar. 

3. OTT Dibantah Jubir

OTT Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Veronica Moniaga, Membantah bahwa Nurdin terkena OTT oleh KPK saat sedang beristirahat di Rumah Jabatan. “Mengenai informasi yang beredar di media bahwa Bapak Gubernur Nurdin Abdullah terkena operasi tangkap tangan, itu tidak benar, karena Bapak saat itu sedang istirahat,” ujar Vero dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

4. Pernah Tersandung Kasus Hak Angket di DPRD Sulsel

Persoalan hak angket pada Juli 2019 lalu, DPRD meloloskan hak angket untuk Gubernur Sulsel yakni Nurdin Abdullah dengan dukungan anggota sebanyak 60 orang dari DPRD Sulsel. Perjalanan hak angketnya terhadap kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras. Dalam pemeriksaan ini Jumras pun angkat bicara dugaan adanya pembagian proyek di lingkup internal dan mahar yang mencapai miliaran rupiah.

“Ada yang tertulis kamu, bahwa kamu meminta fee, lalu saya bilang dari siapa? Lalu diambillah surat, lalu diperlihatkan ke saya. Saya lihat di situ dua perusahaan, dua pengusaha, yang satunya Agung Sucipto, dan satunya bernama Ferry Tandiari,” kata Jumras saat menjelaskan pemecatannya oleh Gubernur Nurdin Abdullah di hadapan sidang hak angket di Makassar pada 2019.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Memiliki Segudang Manfaat! Teh Daun Kelor Wajib Dikonsumsi

dailyxpressnews.com - Daun kelor salah satu tumbuhan yang memang dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, sejak lama daun ini juga disebut sebagai daun...

Mayat Perempuan Di Waduk Sragen Terungkap Identitasnya!

dailyxpressnews.com - Sebelumnya, ditemukan mayat perempuan di Waduk Kembangan yang mengambang di pinggiran. Mayat perempuan tersebut tadinya belum diketahui identitasnya. "Benar, tadi ditemukan warga...

Minuman Racikan Dari kopi Paling Unik Dan Populer

dailyxpressnews.com - Budaya minum kopi ternyata sudah ada sejak lama di negeri Indonesia. Sampai akhirnya kini banyak minuman racikan dari kopi yang unik. Bahkan...