Kapal Evergreen Bisa Bergerak Setelah 6 Hari Di Terusan Suez

dailyxpressnews.com – Sebuah kapal kontainer raksasa yang memiliki panjang hampir menyamai tinggi Empire State Building di New York, tersangkut di Terusan Suez, Mesir saat dilanda badai pasir di hari Selasa (23/3/2021). Akibatnya, Terusan Suez mengalami kemacetan sebelum Kapal Evergreen bisa bergerak. Akibatnya harga minyak naik karena adanya keterlambatan pengiriman. Kapal yang tersangkut merupakan Kapal raksasa MV Evergreen sepanjang 400 meter dan berbobot 200.000 ton dari kelas Mega-ship. 

Kapal yang dioperasikan oleh Marine Corp asal Taiwan yang tertera tulisan Evergreen di lambung kapal. Kapal yang keluar jalur lantaran badai pasir yang melanda Gurun Sinai Mesir yang dahsyat. 25 Awak kapal yang diketahui tidak mengalami luka, lambung dan kargo pun tidak rusak bahkan tidak ada kebocoran minyak. Jalur sempit tersebut merupakan jalur perdagangan yang 10 persennya merupakan perdagangan maritim global, sebagian besar diantaranya minyak dan biji-bijian. 

Sudah enam hari sudah Terusan Suez ditutup, kini ada kabar baik bahwa kapal Evergreen akhirnya bisa bergerak sedikit pada hari Minggu (28/3/2021). Para Petugas telah berhasil menggerakan buritan dan kemudi kapal setelah adanya pengerukan dan menggali sekitar 20.000 ton dari sekitar haluannya. The Independent mewartakan total sebanyak 9.000 ton air pemberat yang dikeluarkan dari Kapal Evergreen untuk meringankan bobotnya. 

Kapal Evergreen Bisa Bergerak Kembali

Kapal Evergreen

Memang belum jelas sampai kapan kemacetan di Terusan Suez akan berakhir, ada dua upaya mengeluarkan kapal yang sempat gagal. Seperti, bantuan dari 14 kapal yang tidak sanggup menggerakkan tetapi harapannya bisa dilakukan saat air sedang pasang. Kemudian saat dipertanyakan kapan Terusan Suez akan dibuka lagi, tetapi tidak satupun yang bisa untuk menjelaskannya. 

Jurna Berita perkapalan yang berbasis di London Inggris, memperkirakan bahwa barang di dalam kapal Kargo yang melewati Terusan Suez rata-rata 9,7 miliar dollar AS (139 triliun) setiap harinya. Sedangkan 4,6 miliar dollar sisanya yang dibawa oleh kapal dari barat ke timur. Kemudian Kapten mengungkapan cuaca parah yang dialaminya merupakan penyebab kapalnya bisa tersangkut.

Perusahaan asal Belanda yang memberikan saran untuk menurunkan sekitar 600 kontainer untuk mengurangi berat dari Kapal raksasa tersebut untuk minggu depan. “Itu akan membuatnya semakin lama setidaknya beberapa hari, karena di mana harus meletakkan semua kontainer itu belum diketahui,” ujar CEO Boskalis, perusahaan induk Smit Salvage, kepada tv Belanda Nieuwsuur.

Sekitar 15 persen lalu lintas pelayaran dunia melewati kanal ini karena kondisi kemacetan ini mempengaruhi pasokan global. Bahkan isunya bahwa sebelum Kapal Evergreen bisa bergerak adanya kemungkinan karena kesalahan manusia bukan dikarenakan Badai. Tetapi apapun penyebabnya kini banyak upaya untuk dilakukan supaya segera diselesaikan. Karena ada kemungkinan akan terjadi kemacetan dengan dampak beriring-iringan lainnya beberapa hari atau minggu.

Terusan suez dibuka pada 1869 dan diperlebar karena menjadi jalan pintas krusial antara Asia dan Eropa, sehingga kapal tidak perlu mengelilingi Afrika. Akibat kecelakaan  ini, ada 100 kapal yang terpaksa menunggu di salah satu ujung kanal atau tengah jalan. Imbasnya, harga minyak di pasar dunia melonjak “Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata Ranjith Raja, peneliti perminyakan dan perkapalan Timur Tengah di perusahaan data dan keuangan internasional, Refinitiv.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? SCA telah menanamkan, mereka menangguhkan operational Terusan Suez sementara. Otoritas Mesri lalu mengerahkan sebanyak delapan kapal tunda tambahan untuk mengevakuasi Kapal Evergreen. Tanggapan perusahaan Smit Salvage yang turut terlibat membantu mengirimkan tim bantuan, mengapa kalau ini adalah paus yang besar di pantai. Seolah kejadian ini memang sangat sulit untuk dilakukan.

Sebelumnya perusahaan asal Belanda itu pernah mengangkat bangkai kapal selam nuklir Rusia, Kursk, dan Kapal Pesiar Italia, Costa Concordia. “Kami melihat berapa banyak minyak yang dibawanya, berapa banyak air – ini adalah perhitungan yang rumit”. “Ini benar-benar paus yang besar di pantai, bisa dikatakan begitu. Saya tidak mau berspekulasi, tapi bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu.” Seperti yang dilansir dari sumber berita Kompas.com.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Memiliki Segudang Manfaat! Teh Daun Kelor Wajib Dikonsumsi

dailyxpressnews.com - Daun kelor salah satu tumbuhan yang memang dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, sejak lama daun ini juga disebut sebagai daun...

Mayat Perempuan Di Waduk Sragen Terungkap Identitasnya!

dailyxpressnews.com - Sebelumnya, ditemukan mayat perempuan di Waduk Kembangan yang mengambang di pinggiran. Mayat perempuan tersebut tadinya belum diketahui identitasnya. "Benar, tadi ditemukan warga...

Minuman Racikan Dari kopi Paling Unik Dan Populer

dailyxpressnews.com - Budaya minum kopi ternyata sudah ada sejak lama di negeri Indonesia. Sampai akhirnya kini banyak minuman racikan dari kopi yang unik. Bahkan...