Gugat 5 Anak Soeharto HIngga Minta Museum Di TMII Disita

dailyxpressnews.com РPerusahaan asal Singapura dengan nama Mitora Pte Ktd ini gugat 5 anak Soeharto setengah  Triliun ke PN Jaksel. Tidak hanya itu, Mitora juga meminta Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk disita dalam proses tersebut. Hal itu tertuang didalam sistem Informasi penelusuran perkara pengadilan negeri Jakarta Selatan pada hari Senin (29/3/2021). Perkaranya terdaftar dalam nomor 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL.

Berikut ini merupakan nama yang menggugat dari Mitora:

  • Yayasan Purna Bhakti Pertiwi
  • Ny Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana
  • Tn H Bambang Trihatmodjo
  • Ny Siti Hediati Hariyadi
  • Tn H Sigit Harjojudanto
  • Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih

Kemudian, berikut ini merupakan yang turut tergugat:

  • Soehardjo Soebardi
  • Pengurus Museum Purna Bhakti Pertiwi
  • Kantor Pertanahan Jakarta Pusat
  • Kantor Pertanahan Jakarta Timur

Mitora Gugat 5 Anak Soeharto Dan Minta Museum Keluarga Soeharto Disita

Gugat 5 Anak Soeharto

Awalnya gugat 5 anak Soeharto seperti yang dilayangkan saat itu sebesar 1,1 Triliun. Namun akhirnya gugatannya dicabut per 15 April 2019. Saat itu penggugat diwajibkan untuk membayar biaya perkara kepada penggugat sebesar Rp.2.991.000. Kemudian tidak ada akar permasalahan yang menjadi penyebab dicabutnya gugatan tersebut. Sidang Pertama  digelar pada 5 April 2021 di PN Jaksel Ruang Sidang 01.

Sebelumnya, Mitora pernah mengajukan gugatan yang serupa pada 4 Desember 2018. Para tergugatnya juga sama ditambah Siti Hutami Endang Adiningsih dan Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Apakah yang dimaksud merupakan Museum Purna Bhakti? Berdasarkan website resmi di Taman Mini, museum itu dibangun dari gagasan Ibu Tien Soeharto dalam setiap upaya untuk mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan tertinggi. Serta dukungan masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

Keinginannya agar semua koleksi barang keluarga Soeharto termasuk cendera mata bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Museumnya dibangun Yayasan Purna Bhakti Pertiwi selama 5 tahun sejak 26 Desember 1987 sampai 26 Desember 1992 di atas area seluas 19,73 hektare. Secara garis besar bangunan MPBP dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu ada bangunan utama, bangunan penunjang dan tata ruang latar.

Bangunan penunjang sendiri terdiri dari atas gerbang penerima, kios cinderamata, Mushola, shelter, restoran arena bermain anak, sangkar burung merak, kafetaria dan kantor pengelola. Kemudian diresmikan pembukaanya pada 23 Agustus 1993. Selain menggugat anak Cendana, Mitora juga menggugat Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana, Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmodjo ke PN Jakpus. Mitora menggugat yayasan Harapan Kita dkk dengan nilai gugatan sebesar Rp. 584 miliar.

Berikut ini merupakan Petitum dari Mitora sebagai tuntutannya seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com:

  1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan bahwa para tergugat, telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
  3. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang diletakan pada Sebidang Tanah dan Bangunan beserta dengan isinya:
  • Sebidang Tanah seluas +/- 20 Ha (lebih kurang dua puluh hektar) dan bangunan yang berdiri di atasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Puri Jati Ayu, yang beralamat di Jl. Taman Mini No.1, Jakarta Timur;
  • Sebidang Tanah berikut dengan Bangunan yang berdiri diatasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jalan Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat. 

     

    4. Menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kewajiban Rp 84.000.000.000 serta kerugian immateriil sebesar Rp 500.000.000.000. 

    5. Menghukum para tergugat untuk melaksanakan Putusan ini.

Gugatannya didaftarkan Mitora pada tanggal 8 Maret 2021, adapun petitum gugatan untuk meminta majelis hakim mengabulkan semua gugatannya. Di Akhir petitum pihak Mitora meminta untuk menghukum para tergugat dengan membayar secara keseluruhan biaya dari perkara secara tanggung renteng. Karena para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyatakan sah dan berharga sita jaminan sebidang tanah dan bagunan yang terletrak di Jalan Yusuf Adiwinata No.14 Menteng, Jakarta Pusat.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Memiliki Segudang Manfaat! Teh Daun Kelor Wajib Dikonsumsi

dailyxpressnews.com - Daun kelor salah satu tumbuhan yang memang dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, sejak lama daun ini juga disebut sebagai daun...

Mayat Perempuan Di Waduk Sragen Terungkap Identitasnya!

dailyxpressnews.com - Sebelumnya, ditemukan mayat perempuan di Waduk Kembangan yang mengambang di pinggiran. Mayat perempuan tersebut tadinya belum diketahui identitasnya. "Benar, tadi ditemukan warga...

Minuman Racikan Dari kopi Paling Unik Dan Populer

dailyxpressnews.com - Budaya minum kopi ternyata sudah ada sejak lama di negeri Indonesia. Sampai akhirnya kini banyak minuman racikan dari kopi yang unik. Bahkan...