Aksi KKB Masuki Kota Intan Jaya Papua, Warga Memilih Untuk Mengungsi

dailyxpressnews.com – Pada 8 Februari 2021 aksi KKB masuki Kota Intan Jaya, saat itu Ramli merupakan seorang pemilik kios yang berada di desa Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, dibedil oleh kelompok bersenjata. Lokasi penembakan dekat dengan pastor gereja Santo Mikael. Ia terluka lalu segera dilarikan ke RSUD Timika yang jaraknya hampir 90 kilometer. Setelah beraksi, terduga pelaku yang bergerak menuju desa Kumaragupa. 

Mereka memukul lonceng dan tiang listrik dan barang apapun yang berbunyi di sekitar mereka untuk berteriak selayaknya merayakan kemenangan. Tetapi perayaan kemenangan mereka membuat masyarakat sekitar merasakan ketakutan. Saat hari mulai gelap, Yustinus bersama para pengurus Pastoran mengumpulkan penduduk setempat untuk mengungsi ke gereja. Sedikit demi sedikit komplek pastoran di dalam gerejanya, rumah pastoran dan rumah dinas akhirnya dipadati oleh warga dari desa Bilogai, Desa Kumaragupa dan Desa Puaya.

Peristiwa tersebut hanya satu dari tujuh kejadian yang mencekam di Intan Jaya yang terjadi sejak awal tahun ini. Kejadian pada kejadian pertama, anggota KKB (Kelompok kriminal bersenjata) telah membakar pesawat perintis PK-MAX ketika mendarat di lapangan terbang kampung pegamba Distrik Mbiandoga. Lalu kedua, penembakan yang dilakukan terhadap Prada Agus Kurniawan di Daerah Titigi pada 10 Januari 2021. Ketiga mereka melancarkan aksinya kembali dengan melakukan penembakan terhadap Pratu Roy Vebrianti dan Prajurit Satu Agus Hamdani pada tanggal 22 Januari. Keempat kalinya mereka melakukan penembakan seorang warga bernama Boni Bagau di Kampung Agapa, 30 Januari 2021. 

Tidak sampai disitu saja pada tanggal 12 Februari, peristiwa ini membuat Praka Hendra Sipayung terluka dan tiga hari berikutnya melakukan penembakan terhadap Prada Ginanjar. Tidak banyak pilihan selain mengungsi dan menyelamatkan diri untuk para warga setempat. Warga yang ingin mengungsi pun masih belum dilakukan pendataan “Pengungsian besar sedang terjadi, tapi titik tempat [mengungsi] tak terdeteksi. Ada sebagian di Nabire,” katanya kepada reporter Tirto, Kamis (18/2/2021). “Yang [mengungsi lewat] jalan darat lebih banyak. Mereka tersebar di kampung dan kabupaten terdekat dari tempat mereka.” seperti yang dilansir dari sumber berita detikcom

Pemerintahan setempat dan aparat juga menyalurkan bantuan, seperti pakaian , makanan dan minuman. Serta tenda. Ketegangan yang berlangsung menahun di intan jaya dalam satu sisi dan organisasi Papua Merdeka (OPM). Konflik bahkan dijadikan alasan pemerintah setempat untuk pergi dan meninggalkan rakyat dalam ketakutan. Polisi sendiri menetapkan siaga 1 untuk di Intan Jaya. 

Aksi KKB Masuki Kota Intan Jaya Hingga Ratusan Brimob Dikirim Ke Papua

Aksi KKB

Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua yang semakin mengkhawatirkan. Bahkan kini, polisi menyebutkan KKB sudah memasuki ke wilayah Kota. Kekuatan aparat keamanan pun diperkuat dengan tambahan pasukan yang dikirim dari luar Papua lantaran Aksi KKB masuki kota Intan Jaya. Status siaga satu dengan keamanan yang ditetapkan Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara. Teror KKB terus dilakukan dengan aksi baku tembak yang menyasar ke aparat maupun warga setempat. Imbasnya, aktivitas warga dibatasi hingga pukul 17.00 WIT demi keamanan. 

Namun, selama pagi sore dan sore warga tetap melakukan kegiatan jual beli. Warga mengungsi ke gereja yang memilih untuk mengungsi ke komplek Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Distrik Sugapa. “Pengungsi tambah dari Mamba, dari (sebelumnya) 600 orang lalu tambah dari Mamba sekitar 400-500 orang, jadi sekarang sudah sekitar seribu orang,” ujar Administrator Diosesan Keuskupan Timika, P Marthen Kuayo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (16/2/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita Kompas.com

Pemprov mengalami kesulitan komunikasi dengan Pemkab lantaran banyak pejabat Pemkab yang ikut mengungsi meninggalkan Kota Intan Jaya. Ratusan Brimob dari daerah lain dikerahkan ke Intan Jaya menyusuk situasi yang kian mencekam, ratusan personel dari daerah lain yang diterjunkan untuk pengamanan. sekitar 100 pasukan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur dikirim untuk membantu mengatasi KKB.

Penguatan pasukan dilakukan oleh Polda Jambi dengan mengirimkan personel Brimob Jambi ke Papua. Seperti yang dijelaskan oleh Irjen Lotharia Latif yang mengharapkan kembali pasukannya ke daerah dengan selamat. “Saya harap kembali ke Polda NTT dengan jumlah yang lengkap dan aman yaitu 100 orang, tidak berkurang satupun personel dengan alasan apapun,” tegas Latif saat melepas anggota Brimob ke Papua.

Similar Articles

Comments

Most Popular

Resiko Ikut Campur Urusan Orang Lain, Ingat Aibmu!

Dailyxpressnews.com - Ibarat kata kalau kamu malah ikut campur urusan orang lain, seperti gajah di pelupuk mata tidak terlihat tapi semut di ujung sebrang...

Artis Cantik Hollywood Paling Tidak Suka Pakai Bra Saat Beraktivitas

Dailyxpressnews.com - Kemarin tanggal 13 oktober merupakan hari peringatan sehari tidak gunakan bra, dimana hal ini mengingatkan akan dampak negatif dan juga positif ketika...

Rekomendasi Fashion Pria Untuk Date, Pasti Bikin Doi Meleleh!

Dailyxpressnews.com - Ingin kencan bareng doi? Berikut ini rekomendasi fashion pria untuk date agar penampilanmu semakin terlihat kece. Dalam kencan pertama pastinya kamu ingin...