5 Fakta Kebocoran Data Di Situs PemKab Magelang

dailyxpressnews.com – Viralnya di media sosial terkait kebocoran data di Situs pemkab sebagai data-data lengkap warga Magelang tersebut. Kepala Bidang aplikasi informatika dan statistik, Diskominfo Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi., Mengatakan kebocoran itu tidak disengaja. “Tidak ada unsur kesengajaan. Yang jelas Kominfo nggak punya data itu. Kominfo nggak punya data kependudukan, yang punya data kependudukan kan Dukcapil kan,” ujar Sugeng saat ditemui di kantornya, Magelang, Selasa (8/6/2021).seperti yang dilansir dari sumber berita detik.com.

Sugeng mengaku tahu soal adanya kebocoran tersebut, pada hari Minggu (6/6/2021). Dirinya mendapatkan laporan dari salah satu staf di Diskominfo Kabupaten Magelang. Sugeng kemudian meminta untuk stafnya itu di bagian programmer untuk melakukan pengecekkan dan mematikan server. Berdasarkan hasil penelusuran, data itu diunggah pada Bulan Juni 2019. Saat itu ada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pengisian data untuk data SID (Sistem Informasi desa), Monografi desa sekaligus dengan open data. 

Data yang diinput saat itu, hampir mirip dani selain bein tek saat itu berlangsung dengan aplikasi SIYAP milik Damkar. Setelah kita cek uploadnya kok tanggal 20 (Juni), berarti setelah pelatihan. Berarti dia mengunggahnya mungkin di rumah tanpa sepengetahuan kita. Yang kita harapkan data itu yang ada seperti di monografi desa ini, misalnya data penduduk (seperti jumlah penduduk laki-laki atau perempuan). Tapi prakteknya ternyata dia mengunggah data penduduk yang diperoleh tahun 2017,” kata dia. Berikut ini merupakan fakta yang perlu anda ketahui dari informasi diatas. Simak dengan baik penjelasan dan fakta terbaru dari ulasan berikut.

Fakta Terbaru Data Di Situs Pemkab Milik Warga Magelang Bocordata di Situs Pemkab

  1. Data Bocor, Server Langsung Dimatikan
    Seperti yang dijelaskan terkait data di situs Pemkab milik warga Magelang sudah diketahui oleh Sugeng, Sugeng mengaku setelah dirinya mengetahui adanya kebocoran data kependudukan tersebut. Ternyata tidak tinggal diam, dirinya langsung meminta staf programmer untuk mematikan server setelah laporang staf di Diskominfo melaporkan kebocoran data.
  2. Data Diunggah Di Bulan Juni 2019
    Pihaknya ini menuturkan berdasarkan hasil dari penelusuran, data itu diunggah [pada bulan juni 2019. Saat itu ada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pengisian data untuk Sistem informasi desa, monografis desa dan sekaligus untuk membuka data. “SID itu kan juga memuat data penduduk, tapi data penduduk yang diminta, data penduduk berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan lainnya yang sifatnya publish-publish. Itu yang untuk ngisi di SID dan monografi desa. Harapannya kan sekali input data dua aplikasi itu terisi karepe (niatnya) gitu, tapi waktu itu belum bisa diintegrasikan. Akhirnya dalam perjalanan yang memasukkan data di Kominfo saat pelatihan aman nggak ada apa-apa,” urai Sugeng.
  3. Data Penduduk Diperoleh Sejak Tahun 2017
    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, pelatihan dilangsungkan pada tanggal 18 dan 19 juni 2019 lalu. Kemudian diketahui data kependudukan yang viral di Medsos tersebut berdasarkan diduga diunggah p[afa 20 juni 2019. “Setelah kita cek uploadnya kok tanggal 20 (Juni), berarti setelah pelatihan. Berarti dia mengunggahnya mungkin di rumah tanpa sepengetahuan kita. Yang kita harapkan data itu yang ada seperti di monografi desa ini, misalnya data penduduk (seperti jumlah penduduk laki-laki atau perempuan). Tapi prakteknya ternyata dia mengunggah data penduduk yang diperoleh tahun 2017,” kata dia.
  4. Menjual Potensi Milik Desa
    Sugeng sendiri berharap dengan desa yang mengupload data data dalam open data tersebut bisa menjual potensi yang dimilikinya. Potensi-potensi desa yang dimiliki, buka data pribadi bisa diunggah ke situs tersebut. Viralnya di media sosial Twitter diduga website Pemkab Magelang mengupload data kependudukan warga seperti nomor KK dan NIK. Hal tersebut disampaikan dalam akun Twitter @PolJokesID dan di akun @@txtdrMagelang, dalam akun itu disertakan pula screenshot tentang Definisi Open Data Kabupaten Magelang.
  5. Tidak Disengaja
    Kebocoran data di Situs Pemkab milik warga Magelang ini tidak ada unsur dari kesengajaan. “Tidak ada unsur kesengajaan. Yang jelas Kominfo nggak punya data itu. Kominfo nggak punya data kependudukan, yang punya data kependudukan kan Dukcapil kan,” ujar Sugeng saat ditemui di kantornya, Magelang, Selasa (8/6/2021).

Similar Articles

Comments

Most Popular

Deretan Destinasi Epik Di Wina Untuk Para Fotografer

dailyxpressnews.com - Profesi fotografer ini merupakan hobi yang banyak diminati seseorang dan dituntut untuk mendapatkan gambar bagus. Tidak ada salahnya kalau Destinasi Epik di...

Lamaran Lesti Dan Billar Digelar Secara Mewah Hingga Mobil Plat Keren

Lamaran Lesti dan Billar nampak mewah di Bandung bahkan ada hadiah mobil milyaran yang hadir jelang lamaran. Acara lamaran diselenggarakan di Bandung tepatnya di...

5 Oleh Oleh Dari Wonosobo Terunik Dan Murah Yang Bisa Dicoba

dailyxpressnews.com - Wonosobo adalah kabupaten yang memiliki julukkan kota Bunga dan Wonosobo ini menjadi kabupaten di Jawa Tengah yang sangat populer dengan banyaknya destinasi...