34 Napi Terorisme Di Sumpah Setia Kepada NKRI Dan Melepas Baiat ISIS

dailyxpressnews.com – 34 Napi tindak pidana Terorisme di sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada hari Kamis (15/4/2021) di lapas Narkotika kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. “Narapidana terorisme ini akan mengucapkan ikrar setia di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Rika Aprianti di Jakarta, Selasa (13/4/2021) seperti yang dilansir dari sumber berita kompas.com.

Pengucapan sumpah setia ini merupakan salah satu syarat bagi narapidana jika ingin mengajukan pembebasan bersyarat kelak dan syarat ini sudah dipenuhi. “Jadi nanti kalau mengajukan program pembebasan bersyarat salah satu syarat sudah mereka penuhi,” kata Rika. Hal ini juga merupakan bagian dari program deradikalisasi oleh pemerintah terhadap narapidana terorisme. Setelah adanya ikrar untuk setia pada NKRI diharapkan adanya tekad dan semangat mereka untuk kembali terbangun pada bangsa dan negara Indonesia. 

Secara khusus, tujuannya yaitu berpegang teguh pada pancasila dan UUD 1945, dengan adanya ketulusan setia juga bisa meningkatkan kesadaran bela negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Rika mengatakan ikrar tersebut bukanlah pengucapan yang harus dipaksakan tanpa lama masa pidana kurungan yang berbeda-beda. “Kita tidak boleh paksa mereka harus NKRI. Sebab mereka sendiri yang harus memahami integritas dan jiwa mereka untuk NKRI,” ujarnya.

Napi Terorisme Di Sumpah Setia Sebelum Melepaskan Baiat ISIS

Terorisme Di Sumpah

Ditempat yang berbeda seperti salah seorang narapidana teroris (Napiter) Wanita, Nurhasanah alias Nana sebagai pelaku bom panci di tahun 2016 yang mengikrarkan setia kepada NKRI dan melepaskan baiatnya kepada Islamic State Iraq Syam (ISIS). Kegiatannya penandatangan sebagai terorisme di sumpah untuk setia beserta adanya surat pernyataan itu yang sudah dilakukan pada hari Selasa (6/4/2021).“Saya berjanji setia kepada NKRI dan akan melindungi segenap Tanah Air Indonesia dari segala tindakan aksi-aksi terorisme,” ucap Nana seperti yang dilanir dari sumber berita fajar.co.id.

Nana merupakan narapidana Terorisme kasus bom panci di Indramayu, Jawa Barat pada tahun 2016 dengan suaminya, Galih yang ikut terlibat. Selain menjadi syarat untuk pengajuan bebas bersyarat ternyata memang sudah lama dirinya ingin melepaskan baiat ISIS  dan kembali kepada NKRI. “Dan dia berjanji tidak mengulangi lagi terorisnya itu yang penting. Jadi kami sengaja mengundang media, agar masyarakat juga tahu bahwa mereka ini apabila dibina dengan benar akan kembali ke NKRI,” katanya.

Selama di lapas, Nana memang aktif untuk bergaul dengan napi lainnya dan banyak sekali kegiatan keterampilan yang diadakan oleh pihaknya. Hal ini juga memiliki harapan supaya kelak saat dirinya bebas akan menjadi sosok wanita yang mandiri. “Sehingga ketika dia keluar nanti dia bisa menjadi sosok yang mandiri. Juga bekerja keras. Apalagi Nana ini kan enggak punya suami, namun masih mempunyai tanggungan anak. Maka dari itu kami berikan bekal keterampilan, seperti menjahit,” ucapnya.

Terkait akan ada upaya rangkulan kembali dari Badan Intelijen Negara kepada eks Napi Terorisme. Dirinya juga diberikan akses untuk mendapat remisi dengan berikrar dan tanda tangan tidak akan menjadi teroris lagi. Selama di dalam pendampingan dalam upaya tersebut ternyata Nana sendiri mengakui kalau dirinya seperti sudah keluar dari negara Indonesia kemudian pilihannya untuk mengikuti ISIS dan kini tinggal melepaskan baiat ISISnya.

Kegiatan yang dilakukan Napi Terorisme tersebut merupakan remisi yang sudah diberikan dengan mudah oleh negara untuk narapidana Terorisme, narkotika dan kejahatan terhadap keamanan negara. Seperti yang tertera dalam PP Nomor 99 tahun 2012 pada pasal 34 A dengan menyebutkan setiap narapidana dan anak pidana selama menjalani masa pidana akan berkelakuan baik dan berhak mendapatkan remisi.

“Dalam RUU yang baru ini kami membuat, sepanjang (hak remisi) tidak dicabut oleh pengadilan, itu tetap bisa (mendapatkan remisi),” tutur Erma. Semoga dengan adanya kemudahan remisi dan bisa merangkul semuanya kembali ke NKRI bisa digunakan sebaik mungkin dan membangun semangat para narapidana khususnya Narapidana Terorisme yang berikrar setia. 

Similar Articles

Comments

Most Popular

Lakukan Cara Ini Untuk Mengasah Kreativitas Anak

dailyxpressnews.com - Anak anak pada masa pertumbuhannya masih sangat aktif dan ingin mengetahui banyak hal yang ada di dekatnya. Oleh karena itu peran orang...

Makanan Untuk Kolesterol Tinggi Yang Tidak Boleh Dilewatkan

dailyxpressnews.com - Ada beberapa makanan untuk kolesterol tinggi yang tidak boleh dilewatkan setiap harinya menurunkan kolesterol memang tidak mudah dan tidak selalu harus menggunakan...

Wisata Di Blitar Terpopuler, Ada Makam Bung Karno

dailyxpressnews.com - Sedang berkunjung ke Blitar? Jangan lupa mampir ke beberapa wisata di Blitar terpopuler, Blitar memang memiliki destinasi yang cukup lengkap. Mulai dari...